Membua Artikel Ilmiah Populer - Diteriakin Mas Kurir

Diteriakin Mas Kurir

Jihan Rafifah Wijaya – Akuntansi

 

Analytic Data Advertising (ADA) mengkonfirmasi aktivitas belanja online naik 400% semenjak Maret 2020. Apakah kamu salah satu orang yang gemar belanja online? Jika iya, kamu pasti selalu mengikuti jadwal diskon di market place, apalagi event Harbolnas (Hari Belanja Nasional) terutama 12.12. Saya, sebagai orang yang senang sekali belanja online tahu betul rasanya melihat barang diskon dan gratis ongkos kirim, tanpa sadar langsung membeli banyak sekali barang. Apalagi bagian paling seru yang cuma didapat pas belanja online adalah ketika Mas Kurir teriak ‘Permisi, pakeeet’ di depan rumah, rasanya tidak bisa digambarkan. Tapi, ketika sudah membuka paket, terkadang merasa bingung ‘ini untuk apa yaa dibeli?’ dan sadar kalau sebenarnya kamu tidak terlalu membutuhkan barang itu. Lalu menyadari kamu sudah mengeluarkan uang untuk barang yang tidak kamu butuhkan dan merencanakan tidak akan melakukannya lagi.

Saya sering sekali berpikir seperti itu. Menyadari seharusnya uang tersebut bisa disimpan dan digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat. Tetapi tetap saja terus melakukannya dikemudian hari. Bahkan, 12.12 tahun lalu saya membeli banyak sekali barang yang tidak saya butuhkan. Meskipun dibeli dengan harga lebih murah, sifat boros tetap tidak boleh dilakukan. Belum lagi sampah plastik bekas packaging yang terbuang begitu saja dan bisa mencemarkan lingkungan. Di bawah ini adalah tampilan bukti gambar belanjaan saya pada 12.12 Tahun 2019.

Mudahnya belanja online dengan cara klik sana-sini langsung jadi, membuat orang terus belanja dan lupa waktu. Bahkan, selalu lupa dengan barang yang dibutuhkan. Contohnya, belum lama ini, ketika saya berniat untuk membeli kertas yang kebetulan sedang diskon di salah satu market place, tanpa menyadari barang yang akhirnya dibeli adalah hiasan pita, terkecoh karena melihat lucunya pita. Alhasil ketika sudah menyadari, saya akhirnya membeli kertas dengan harga tidak diskon. Jadi, saya justru mengeluarkan uang lebih banyak.

Menurut penelitian sebuah studi di Princeton University dan University of  Chicago  dalam jurnal Dark Patterns at Scale: Findings Form a Crawl of 11K Shopping Websites (2019), situs belanja lah yang telah membuatmu menjadi banyak belanja, karena menggunakan teknik dark pattern yaitu membuatmu membeli barang yang tidak dibutuhkan karena waktu belanja yang sengaja dipercepat, sehingga kamu tidak bisa berpikir panjang. Fakta tersebut tidak mengherankan, karena setiap adanya ajang perdiskonan, produk diskon hanya diberi waktu beberapa menit saja untuk dicheckout atau siapa cepat dia dapat. Bukan hanya  flashsale, produk diskon biasa pun melakukan cara seperti itu. Namun, dengan sistem tersebut kita tidak bisa berpikir terlebih dahulu apakah membutuhkan barang itu atau tidak, karena takut kehabisan stok barang diskon. Di bawah ini adalah contohnya:

Harga diskon:

  



Harga setelah diskon:  



Bagi kamu yang merasa terus menghambur-hamburkan uang karena tergoda melihat diskon dan tidak bisa mengatur uang dengan baik. Kamu harus memiliki rasa cukup dengan apa yang kamu punya. Ketika melihat diskon barang tertentu sebaiknya berpikirlah dua kali apakah barang tersebut memang layak dibeli atau tidak. Menurut Desi anwar dalam pembicaraanya di Talks Telkomsel Poor Mindset vs Rich Mindset (2019), menyebutkan bahwa orang yang selalu membeli barang murah ketika diskon tanpa mempedulikan butuh atau tidaknya akan barang tersebut dan membeli hanya untuk kesenangan sesaat adalah orang yang Poor Mindset, beliau menyebutkan belilah barang karena kamu butuh dan pikirkan apakah barang tersebut masih bisa kamu gunakan 10 tahun ke depan atau tidak.

Memang sulit mengubah pola pikir untuk tidak bersifat boros dan tidak tergoda dengan diskon, tetapi kamu pasti bisa melakukan itu dengan perlahan. Bayangkan ketika kamu belanja online secukupnya, kamu bisa menabung dan menggunakan uang tersebut untuk hal lain yang lebih bermanfaat di masa depan. Cara agar tidak boros lainnya adalah dengan menanyakan kepada diri sendiri ‘Barang ini kalo dibeli kira-kira untuk apa yaa?’ Dengan terus meyakinkan diri kalau kamu benar-benar butuh.

Jangan lupa juga untuk bijak dalam menyimpan uang dan buatlah catatan mengenai perencanaan keuanganmu sehingga uang bisa digunakan dengan baik. Seperti quotes yang ditulis oleh Dave Ramsey, ‘Perencanaan keuangan memberi tahu Anda kemana uang Anda akan digunakan, bukan membuat Anda penasaran kemana uang Anda sudah digunakan’.

Belanja online memang hal yang menyenangkan apalagi racun diskon yang rasanya sulit sekali untuk dilewatkan di berbagai situs belanja online. Meskipun begitu kamu seharusnya tidak berlebihan mengeluarkan uangmu untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Kamu harus bisa bertanggungjawab atas apa yang kamu beli dan mencoba untuk mengahargai uang yang kamu punya untuk digunakan dengan semestinya. Jika kamu terus-menerus bersifat boros, kamu akan merasa sulit dikemudian hari.

Daftar Pustaka

Komalasari, Tia Dwitiani. 2020. “Belanja Online Meningkat 400 Persen”. PikiranRakyat.com. Diakses 26 Desember 2020. https://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/pr-01399518/belanja-online-meningkat-400-persen-bpkn-masih-banyak-dikeluhkan-konsumen  

Mathur, Arunesh, dkk. 2019. “Dark Patterns at Scale: Findings Form a Crawl of 11K Shopping Websites”. Volume 3 (hlm. 1).

Anwar, D. (8 Juli 2019). Poor mindset vs rich mindset [Video]. YouTube, https://youtu.be/GcpV7DJsRBw


Komentar